Dok : Injourney

BUMN News | Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memasuki tahun keempat kehadirannya di Tanah Air. Sejak dibentuk pada Januari 2022, InJourney menjalankan perjalanan transformasi yang berfokus pada penguatan fundamental anak perusahaan melalui integrasi aset, penguatan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

Empat tahun kehadiran InJourney telah mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan Mandalika dan Golo Mori. Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung global. Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia.

“Transformasi bisnis yang dilakukan selama empat tahun terakhir telah menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun InJourney menjadi sebuah BUMN yang transparan dan akuntabel, dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Ke depan, InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini. Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” kata Direktur Utama InJourney, Maya Watono.

Memasuki tahun keempat perjalanannya, InJourney menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi. Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.

 

Komitmen Terhadap Pariwisata Berkelanjutan

Melalui visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat komunitas lokal serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari strategi bisnis masa depan.

Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menekankan bahwa keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis merupakan fondasi utama transformasi pariwisata nasional.

“Membangun infrastruktur adalah satu hal, tetapi membangun manusia adalah hal lain yang sama pentingnya. Program yang baik harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia agar transformasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang,” tegas Herdy.

Dari sisi aspek lingkungan (environmental), sebagai bagian dari penerapan ESG, InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 tonCO₂e. Komitmen tersebut merupakan langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission  yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Inisiatif ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan.

Dalam pengelolaan sumber daya dan limbah, InJourney Group menerapkan pendekatan terpadu berbasis prinsip ekonomi sirkular. Sepanjang implementasinya, pengelolaan limbah padat mencapai 7.000 m³, sementara pemanfaatan air daur ulang sebesar 1.728.304 m³ telah dilakukan untuk mendukung efisiensi penggunaan air di berbagai destinasi.

Untuk ketahanan air, salah satu kawasan wisata yang dikelola ITDC yakni di Nusa Dua Bali mengoperasikan fasilitas Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang menghasilkan 331.382 m³ air bersih, mengurangi ketergantungan pada air tanah dan meningkatkan ketahanan kawasan terhadap risiko perubahan iklim.

Penerapan fasilitas SWRO ini juga membawa ITDC NU entitas usaha dibawah ITDC menorehkan pencapaian bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak untuk dikonsumsi melalui teknologi modern.

“Melalui rangkaian inisiatif tersebut, InJourney menegaskan komitmennya untuk menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan pengelolaan destinasi. Pendekatan ini memastikan bahwa transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan, efisiensi sumber daya, serta meninggalkan legacy hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutup Maya.

Sumber Injourney, edit Bumnnews

_____________________________

Berita selengkapnya mengenai perkembangan BUMN bisa dibaca di BUMN News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *